Tahun 2016 ini alhamdulillah dikasih kado lagi sama Allah. Saya dan suami diamanahi seorang putri cantik yang kami beri nama Nona. Lengkap sudah kebahagiaan kami.
Nona ini sama dengan kakaknya, Edgar, dilahirkan secara sectio. Kali ini saya lebih santai menghadapi persalinan walaupun sedikit deg-degan juga ketika sudah masuk ruang operasi.
Satu hari sebelum kelahiran Nona, saya dan suami cek rutin ke dokter kandungan, dr. Roza, di RS Sari Asih Ciledug. Sebetulnya kali ini adalah cek terakhir ke dokter, karena prediksi lahirnya memang tanggal 5 Mei. Tapi dokter bilang, dari hasil USG belum ada tanda-tanda kontraksi, jadi masih aman. Kemungkinan lahirnya bisa seminggu lagi. Tapi dokter menyarankan untuk melakukan CTG (Cardiotocography). Malam itu juga, saya dicek CTG untuk mengetahui apakah ada kontraksi. Setelah 1 jam, saya kembali bertemu dokter dan ternyata sudah ada kontraksi walaupun saya tidak merasakannya secara langsung. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi esok hari karena memang kami memilih untuk saya melahirkan secara sesar (lagi). Malam itu saya kembali ke rumah.
Paginya, jam 7.30 saya dan suami sudah ada di RS lagi. Saya berharap pagi itu bisa langsung dilakukan operasi. Ternyata tidak. Selama seharian saya harus diobservasi, diberikan beberapa macam obat, diinfus dan disuntik. Sampai ada suntikan yang fungsinya adalah untuk menguatkan paru-paru bayi, efeknya setelah disuntik saya akan merasakan gatal di seluruh tubuh, tapi hanya beberapa detik saja memang. Suntikan itu tidak hanya sekali, tapi diberikan 3x dengan jarak waktu antara suntikan pertama, kedua, dan ketiga adalah masing-masing 3 jam.
Cukup bosan juga seharian di rumah sakit hanya diberikan obat dan suntikan. Sampai akhirnya perawat bilang kalau saya dijadwalkan operasi jam 8 malam. Huftt, deg-deg an dimulai..
Malamnya sebelum operasi, saya kedatangan Edgar yang seharian nggak ketemu, bersama ibu dan si uni. Seneng banget liat Edgar, walaupun dia belum ngerti akan punya adik. Jam 7.30 malam, saya siap-siap ganti baju dan masuk ruangan operasi. Suami selalu ngasih support dan semangat dari awal agar saya kuat dan nggak tegang.
Setelah masuk ruang operasi, saya disiapkan untuk "dibelek", hehehe.. Di rumah sakit ini agak berbeda dengan rumah sakit tempat Edgar dilahirkan. Dulu ketika operasi lahiran Edgar, suami bisa melihat proses operasinya walaupun dari jauh. Dia bahkan dibolehkan untuk memvideokan proses operasinya. Makanya saya bisa melihat proses operasi lahiran Edgar melalui video, karena pada waktu itu saya diberi obat tidur sehingga selama operasi berlangsung saya hanya tidur dan nggak tau apa-apa. Sementara itu, rumah sakit ini tidak membolehkan. Nggak apa-apa juga sih ya. hehehe.. Selama di ruang operasi, beberapa dokter (kandungan dan anastesi), saling ngobrol. Saya dengerin aja candaan mereka dan sesekali nimpalin padahal perut saya sedang dibelek. Tapi ya nggak berasa pastinya karena dibius.
Alhamdulillah, jam 08.45 pm, Nona Khaira Alesha lahir ke dunia dengan berat 3,1kg dan panjang 50cm. Rambutnya lebat, kulitnya bersih, dan kali ini anak saya mirip sama bapaknya. hahaha... Nama Nona saya yang memilih. Suka aja dengernya ketika dia dipanggil nanti dengan namanya yang lucu. Artinya adalah anak perempuan, for sure :). Khaira adalah nama yang diusulkan ayahnya biar mirip dengan nama tengah kakaknya, yang artinya adalah baik. Lalu nama belakangnya, Alesha, juga saya yang memilih, yang saya cari dari internet. Artinya adalah yang dilindungi Allah. Saya dan suami berharap, Nona Khaira Alesha, akan menjadi anak perempuan yang baik yang selalu dilindungi Allah. Amin.
Welcome to the world, my dear Nona. You have completing us (Ayah, mama, and Kakak Edgar). May Allah give you His blessing in the whole life.
Kiss Mama.

No comments:
Post a Comment